Laman

Rabu, 17 Agustus 2016

HARI KEMERDEKAAN INDONESIA 2016

HARI KEMERDEKAAN INDONESIA 2016 ke 71
Selamat malam guys…

Malam ini gue dipaksa merenung tentang Indonesia.

Yap, tepat hari ini 71 tahun yang lalu bung Karno beserta sahabatnya Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Umur gue sekarang menginjak 24 tahun, dan mungkin 7-8 tahun kebelakang gue berfikir kritis tentang bokbroknya negeri ini. Dari mulai sistem yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, gontok-gontokan antar suku dan ras,  sampai para koruptor yang masih mampu tersenyum lebar. Seolah ingin menunjukan kepada kita sebagai rakyat biasa, bahwa mereka akan tetap tersenyum meski di balik jeruji besi sekalipun. Maka dari itu gue ga terlalu bangga dengan negeri ini.

Tapi, pagi tadi berubah drastis pemikiran seorang Abdullah Shofi mengenai Indonesia. Berawal dari gue yang tahun ini aktif mengikuti kegiatan di kampung dalam rangka merayakan 17 agustus yang tepat jatuh hari ini, kebetulan gue jadi salah satu panitia pelaksana. Jadi seolah ada keterpaksaan kalo tadi pagi gue harus ikut upacara bendera di lapang Sekarwangi Cibadak Sukabumi.

Dan apa yang gue lihat, benar-benar membuka hati gue tentang Indonesia. Drama musikal yang diperankan anak-anak salah satu sekolah yang ada di cibadak, memainkan salah satu peristiwa besar yang terjadi di jaman penjajahan dulu. Bagaimana para pejuang mampu mengalahkan Belanda.

Mungkin iya, adegan yang diperankan sebagus apapun tetap akan jauh berbeda dengan kejadian aslinya, jika harus ada sebuah angka penilaian, 360 derajat sebagai perbandingan mungkin akan lebih dari itu. tapi apa yang dimainkan tetap bisa menunjukan apa yang para pahlawan pejuangkan. Mata cukup berkaca-kaca menyaksikan itu.

Lalu puncaknya, saat pengebaran sang pusaka merah putih. Entah kenapa bulu kuduk ini merinding, dan hati bergetar menyaksikan bendera kebanggan digerek menuju ujung tiang. Baru gue sadari, ternyata gue cinta Indonesia.

Hari ini gue benar-benar menjadi bagian dari Indonesia. Dan gue bangga jadi bagian itu. tugas kita sekarang bukan melawan penjajah, tapi melawan bangsa kita sendiri. Negeri ini lahir dari rasa cinta yang tinggi dari para leluhur hingga lahirlah nama Indonesia.

Cara pandang gue terlalu kerdil tentang Indonesia, Indonesia ternyata bukan hanya jawa, sunda dan ambon saja. Indonesia bukan para koruptor saja. Bukan hanya para persetan itu saja. Hal-hal negatif yang ada di negeri ini menggelapkan seluruh pandangan gue tentang Indonesia secara keseluruhan.

NKRI akan tetap ada di dada kita, jika kita mencitai dengan cara yang luas. Bagaimanapun perjuangan kita tidak akan sehebat para pahlawan yang telah gugur. Tapi setidaknya jangan sampai kita merusak apa yang telah mereka perjuangkan untuk bangsa ini. Jangan sampai kemerdekaan itu hanya sekedar kata. Banyak cara untuk mengharumkan nama bangsa.

Sekarang pilihan ada di tangan kita, akan diapakan negeri ini? Renungkanlah sejenak. Terserah kita akan menjadi para persetan itu, atau menjadi seorang nasionalis yang membuat Indonesia kembali Berjaya. Bekerja nyatalah.

Ahhhh…. Aku cinta Indonesia. Semoga kamu juga. Dan semoga bukan hanya kata.

Kamis, 04 Agustus 2016

Konsisten dan Persisten

arti-konsisten-adalah-pengertian-konsisten-persisten-contoh-perilaku-persisten-adalah

Malem agan-agan semua…

Kali ini untuk kesekian kalinya gue nulis ditempat kerja..

Sehat kah? Mudah-mudahan sehat selalu yah. Aamiin..

Udah lama banget gue ga nulis, bahkan gue lupa kapan terakhir gue nulis...

Maklum, dunia perkuliahan mulai aktif belajar, kesibukan dunia kerja, dan repotnya ngurusin bisnis kecil-kecilan yang lagi merangkak naik. Hehehe…

Tapi harus gue akuin, mestinya kesibukan gue bukan alasan bagi gue buat ga nulis di blog ini. Karena gue mestinya ngakalin supaya bisa tetep konsisten dan persisten.

Eh, udah pada tau kan konsisten dan persiten itu apa? Guepun ga terlalu buka-buka buku kamus besar bahasa Indonesia sih buat pahamin apa arti dari kedua hal tersebut. Yang sedikit gue pahamin, konsisten itu melakukan hal yang sama secara berulang-ulang. Sedangkan persisten, dia itu sifatnya lebih ke gigih, bagaimana caranya supaya tetap bisa konsisten.

Masih bingung kan? Memang secara pengertian konsisten dan persisten ga jauh berbeda. Tapi tetap ada perbedaan.

Gini, seperti yang gue certain di artikel-artikel gue sebelumnya, gue punya projekan buat taun depan. Yaitu buka bisnis kaos distro. Dan karena berhubung dengan modal yang pas-pasan gue dan kawan gue “Kiki Rizky Aditya” ngakalin gimana caranya supaya efesiensi biaya. Jadi gue ga rekrut orang desain, tapi gue sama kiki yang desain sendiri via corel draw.

Targetnya, dalam satu minggu harus kelar 10 desain. Gue lakonin tuhh target 10 desain setiap minggu, itu namanya konsisten. Naahh, berhubung laptop jadul gue yang hasil kreditan itu kadang-kadang error, gue harus tetep bisa ngedesain. Gue kadang cuma curat-caret di kertas doang tapi tetep jadi desain. Ga bisa curat caret, gue nyari refrensi buat gue ngedesain, itu persisten. Akalin terus akalin supaya tetep bisa persisten.

Atau contoh lainnya, misalkan agan lagi berusaha ngaji setiap hari. Tapi terkadang dunia kerja ngehambat untuk tetap konsisten, naaaah agan download aplikasi Al-Qur’an versi androidnya, jadi agan tetep bisa ngaji ditempat kerja, itu persisten.

Atau, kita udah berusaha diet mati-matian, ga makan sembarangan, pola makan yang teratur, olahraga yang teratur pula. Eh, pas udah kurus pola makan kita berantakan lagi, itu berarti ga persisten.

Sama, guepun sama beberapa hal masih belum bisa persisten secara penuh, kaya nulis di blog ini aja masih ilang-ilangan. masih mempelajari supaya bisa tetap persisten. Cuma sangat disayangkan kekonsistenan kita hilang karena hal-hal sepele doang, misal gara-gara lagi bad mood jadi males belajar, berantem sama pacar jadi males belajar, menurut gue itu payah. Halangan besar aja harus kita hadang supaya tetep konsisten, apalagi hal-hal konyol kaya gitu.

Gue ga punya resep khusus sih, gimana caranya  supaya bisa tetep  konsisten dan persisten itu seperti apa. Tapi yang jelas gue pribadi pasang impian, pasang target, pasang tujuan. jadi saat kita hilang kontrol, tinggal inget aja impian-impian kita, target-target kita, tujuan-tujuan kita. Dan akhirnya hal itu yang ngebuat kita balik lagi ke jalan yang benar. Hehe..

Cieee.. yang ga sadar dari tadi, gue nulis ditempat kerja karena gue ngakalin gimana caranya supaya tetep bisa nulis saat waktu di rumah banyak halangan. itu persisten guys.

Mungkin gitu gan, ini udah menjelang jam pulang kerja. Gue siap-siap dulu.
Thnx yaaaahh… :)

Minggu, 17 Juli 2016

Pengendalian Diri

Malem agan-agan semua.

Malem ini jadi keinget sama artikel gue yang gue tulis sehari setelah lebaran kalo ga salah, yang judulnya yukk mondok.

Di artikel itu gue sempet nyinggung-nyinggung tentang free s#x, n#rkoba, t#wuran, dan banyak lagi k#nakalan remaja masa kini saat ini.

Bahkan Indonesia sekarang masuk ke tahapan waspada n#rkoba. Katanya siiiiiihhh itu jugaaa.

Saat kita bicara Indonesia mungkin ruang lingkupnya lebih luas kali yah, pemerintah, anak-anak usia dini dan masih banyak lagi.

Miris, liat bocah SD udah nengteng-nengteng rokok, bocah SMP udah hamil, anak kecil udah ada yang jadi napi kasus pembunuhan. Salah siapa sih sebenernya? Apa salah orang tua? Apa salah pergaulan?. Terus tentang korupsi, ahh udah ga usah disebut kali yah tentang ini mah. BĂȘte gue juga bahasnya.

Ada yang lucu deh, tau kan warga Indonesia yang disekap sama kelompok Abu sayap? Pemerintah Indonesia mati-matian banget nyelamatin nyawa mereka. Apa ini drama? Bagi pemerintah memang wajib menyelamatkan mereka, tapi jangan lupakan juga ada ribuan bahkan lebih rakyat miskin di dalam negeri yang setiap harinya meninggal karena keserakahan para pemimpin. Mati secara perlahan, setelah sekian lama merintih kelaparan, sakit tak tertahankan karena banyak aliran dana yang tidak mengalir sebagaimana mestinya.

Bicara Indonesia yang seperti ini memang ga ada habisnya, menurut gue Indonesia sekarang lagi krisis moral. Yap, KRISIS MORAL.

Dalam ilmu dasar management ada empat hal, yang pertama planing, kedua organizing, ketiga actuating, ke empat controlling.

Hal yang ke empat yang selalu jadi masalah, tentang controlling. Tentang kemampuan mengendalikan diri dari masing-masing individu. Sangat benar kata Rasulullah, perang paling besar itu melawan hawa nafsu.

Orang-orang di pemerintahan itu orang-orang berilmu semua, tapi sekali lagi controlling jadi titik terlemah mereka. Hingga gelap mata, melihat dunia yang begitu mudah mereka rengkuh.

Kenal Ajie silarus? Penulis buku hadir “sadar penuh hadir utuh”. Beliau berpendapat, katanya “saat kita mampu mengendalikan diri sendiri, maka tidak perlu adanya misi revolusi mental dengan skala besar”.

So’ pengendalian diri itu dimulai dari kita, ibda binafsi kalo kata ilmu agama mah. Setelah masing-masing individu mampu mengendalikan dirinya masing-masing, mengetahui cara mengendalikan emosi, menahan amarah, cara mengontrol emosi, insya Allah Indonesia secara keseluruhan bisa terkendalikan.

Sekali lagi, dimulai dari diri sendiri. Jangan ragu untuk berbeda dari orang lain. Saat mereka-mereka berjalan di jalan yang salah arah. Kejahatan bertambah banyak itu bukan karena bertambahnya para penjahat. Tapi karena banyaknya orang baik yang diam ketika melihat kejahatan.

Ngantuk guys.

Udah dulu kali yaaah.

Besok semoga gue masih bisa nulis lagi. Hehe.
Good night J

Sabtu, 16 Juli 2016

Tuhan Aku Lelah

gambar lelah, tuhan aku lelah ya allah

Malam guys.
Nulis sambil dengerin beberapa lagu kesukaan. Hehe.

Barusan gue sempet baca status BBM (Black Berry Messanger) salah satu temen gue, yang ga bisa gue sebutin namanya, “Tuhan aku lelah”. Begitu isinya, kata kata lelah di akhiri dengan emoticon nangis sebanyak 5 biji.

Gue jadi berfikir, seberapa besar sih ujian yang Tuhan kasih buat dia? Apa terlalu besar hingga berkata “lelah”?

Gue jadi inget sama wejangan dari si om Kiki, owner “infight” salah satu merk pakaian distro yang ada di kota kembang Bandung.

andai kita itu diibaratkan cangkir, ga mungkin kita dikasih cobaan sebesar ember”, begitu katanya. Yah betul, cobaan ataupun ujian pasti sesuai dengan kapasitas kekuatan diri kita. Bisa kurang, tapi ga mungkin lebih. Contoh lainnya mungkin anak SD kelas 1 ga mungkin sang guru memberi soal ujian kelas 5 SD.

Pernah ga baca meme ini?, “aku merindukan masa kecil yang ujian terberatnya adalah matematika”, gue pengen deh rasanya tepokin jidat mereka-mereka yang pasang meme ini. Ayolah, Tuhan itu percaya sama kita hingga Dia masih ngasih kesempatan kita hidup hingga hari ini, karena Dia yakin kita mampu lewatin pertarungan ini.

Lelah hati wajar, tapi mestinya mental kita itu semakin kuat saat diberi ujian, bukan semakin lembek. Karena saat kita bisa lewatin hari ini, kita otomatis naik satu level. Dan di level selanjutnya ada ujian yang mungkin lebih berat lagi.

Penenang gue saat kena masalah cuma satu, yaitu ada di surat Al-Insyiroh ayat ke-5 dan ke-6 “maka sesungguhnya disetiap masalah itu disertai dengan jalan keluar. Sesungguhnya disetiap masalah itu disertai dengan jalan keluar”.

Allah nekanin sampe 2 kali lho di surat itu, bahwa jalan keluar itu bersifat pasti. Hanya saja kita bisa sabar sebentar lagi ga? atau menyerah hari ini. Makanya gue selalu yakin, ada sesuatu yang indah setelah ini, setelah kita bisa lewatin ujian kesabaran.

Tapi ada yang menarik dari omongan alm KH. Zainuddin MZ “sujud ga pernah, ibadah susah, sholat ga ngerti, pas kena musibah bilangnya “gue lagi diuji ni” siapa yang nguji? Sekolah kagak, ikut ulangan” haha

Intinya mungkin beliau nyuruh kita buat introspeksi diri bahwa ujian hanya untuk orang yang beriman, tapi teguran (hukuman/adzab) untuk orang-orang yang ngeyel.

Yukk, berfikir positif atas ujian yang Allah beri. Yakini bahwa semua ini adalah yang terbaik bagi kita. Jangan dulu menyerah dan menggunakan kata kata lelah, Allah pasti ga suka. Muslim itu harus jadi pemenang “hayya ‘alal falaah” “marilah meraih kemenangan”, diseru lima kali dalam sehari.

Born to fight” begitu kata si om kiki.

Ssssssttt... saat lutut udah ga sanggup buat berdiri, bersujudlaah. Itu sangat menenangkan guys. Tapi inget, berdiri lagi. Hehe..

Semoga bermanfaat.

Silahkan di share :)
Thnx.

Kamis, 14 Juli 2016

Motivasi Kerja

motivasi kerja

Malam guys..

Tadi sore sempet ada temen yang mampir ke tempat kerja, dia nanyain lowongan kerja. Gue bingung kalo udah ada yang minta kerjaan sama gue. Disatu sisi gue juga ga bisa liat mereka nganggur. Apalagi temen gue ini udah hampir 4 tahun ga jelas banget kegiatannya. Tapi di sisi yang lain gue ga bisa masukin mereka kerja. Siapa gue? Disitulah kadang gue merasa sedih.

Angka pengangguran di Indonesia banyak banget, apalagi angkatan 2015-16 kemarin baru aja lulus. Angka pengangguran pasti bertambah lagi.

Gue jadi inget waktu dosen gue di semester pertama DRS. Sudarno, MM. Beliau ngajar mata kuliah Mikro sama Makro. Beliau pernah nanya ke semua mahasiswa yang hadir malam itu (gue kuliah kelas malam). Apa penyebab banyaknya angka pengangguran di Indonesia? Tanya beliau. Hampir semua mahasiswa menjawab, minimnya lapangan pekerjaan dan rendahnya pendidikan. “salah” kata beliau. Lapangan pekerjaan itu pada dasarnya banyak. Yang harus ditanyakan adalah, motivasi kerja si pengangguran itu sampai dimana? Permasalahannya hanya terletak di “mencari kerja atau ingin kerja”. Jika mencari kerja, maka kemungkinannya mendapat pekerjaan atau tidak. Tapi jika ingin kerja pasti mendapat kerjaan.

“Disekeliling kita itu banyak lapangan pekerjaan, jadi tukang motongin rumput halaman tetangga aja itu lapangan pekerjaan” terang beliau.

Penyebab lainnya menurut beliau adalah minimnya skill yang dimiliki SDM di Indonesia. Ya, menurut gue sayang sekali jika kita hanya lulusan sekolah yang hanya menerapkan teori-teori tanpa diiringi dengan skill dan kreatifitas.

Sangat setuju dengan ucapan mas Ippho Santosa “hidup semakin kompetitif, maka kita harus semakin kreatif”. Tanpa skill dan kreatifitas kita akan semakin tertinggal dari orang lain.

Gue sendiri sangat bersyukur masih dikasih kerjaan sama gusti Allah. Setiap gue mau ngeluh dengan lelahnya kerjaan, dengan problem-promblem di tempat kerja, gue selalu ingetin diri gue sendiri hari ini masih banyak orang yang nengteng-nengteng lamaran pekerjaan untuk melamar kerja.

Pernah ga sih, kita nuntut perusahaan untuk naikin upah kita?, minta bonus ini dan itu. Tapi jarang sekali kita berfikir, pantaskah kita atas kontribusi kita terhadap perusahaan mendapatkan upah yang kita terima sekarang?.

Problemnya di Indonesia “mereka lebih baik berhenti bekerja karena upah kecil dan menjadi parasit keluarga”. Kata-kata om Mario Teguh itu semoga menjadi kata-kata penyemangat bagi kita, agar kita selalu berusaha bertahan. Jangan dulu lepaskan, menjadikan batu loncatan untuk mencari sesuatu yang lebih memiliki progres.

Kita harus percaya, saat upah kita hanya 3 juta tapi kita bekerja seolah upah kita itu 6 juta, maka jangan takut, insya Allah itu adalah jalan keberkahan, dan kebahagiaan.

Yukk biasakan kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. :)

Semoga bermanfaat.
Silahkan di share.
Thnx :)

Hidup Itu Pilihan

hidup itu pilihan, hidup adalah pilihan, kata kehidupan

Malem guys.

Barusan itu antara pengen nulis atau malesan-malesan maenin hape sambil dengerin musik. Berhubung punya target apa yang harus direalisasikan dari blog ini sendiri, maka gue putusin buat nulis.

Yah betul, “Hidup adalah pilihan”. Makanaya gue putusin buat nulis.hehe..

Hidup itu pilihan adalah kata kata bijak tentang kehidupan atau kata kehidupan yang sangat lumrah kita dengar, bahkan udah jadi kata mutiara hidup bagi sebagian orang.

Pernah ga sih, kita bingung menentukan pilihan? Padahal selama kita masih bernafas, hidup itu selalu menawarkan pilihan di sepanjang perjalanan kita. Simplenya kita berhak memilih menjadi seorang dermawan atau seorang yang pelit, durhaka pada orang tua atau berbakti, pemaaf atau pendendam.

Tapi, kalo contoh-contohnya sesederana itu sih kita akan mudah menentukan pilihan. Jelas kita akan memilih menjadi seorang dermawan, berbakti dan memilih menjadi pemaaf. Karena pilihannya diantara kebaikan dan keburukan. Meskipun entah sejauh mana bisa menjalankannya. Sedangkan hidup terkadang tidak sesederhana itu, kadang ada sebuah jalan dengan jalan yang bercabang dan kita mau ga mau harus menentukan pilihan. Karena hidup itu pilihan.

Kadang kita galau menentukan pilihan antara mau jadi pekerja atau pengusaha, antara nikah atau lanjut kuliah, antara sekolah negeri atau pesantren (ini hanya sebagian contoh dari banyaknya pilihan yang hidup tawarkan guys).

Ini sih cuma pendapat gue. jadi gue rasa saat kita sulit menentukan pilihan, itu hanya dampak dari kurang tegasnya diri kita. Tegas terhadap diri sendiri memang sulit. Tapi saat kita mampu tegas, kita ga bakal pernah galau. Tegas menentukan pilihan bukti bahwa kita berani atas segala konsekwensinya.

Pernah liat, cewe yang pacaran tapi galau? Galau gara-gara udah ngerasa sayang sama cowonya tapi sering juga disakitin sama cowonya. Diputusin udah sayang banget, umur pacarannya udah terlalu lama, takut ga ada pengganti. Itu macem-macem alesan buat ga mutusin cowonya. Jadi cuma bisa memaafkan dan memberi kesempatan lagi dan lagi. Tapi apa? dikemudian hari cowonya mengulangi kesalahan yang sama. Kita bisa lihat dari hal itu, saat cewe itu tegas buat ninggalin pacarnya mungkin rasa sakit ga bakal terulang lagi dan lagi.

Mungkin juga kita terlalu banyak alanisis terhadap apa yang akan kita pilih. Analisis boleh, tapi jangan terlalu banyak jangan terlalu lama. Saat kita terlalu lama menunda menetukan pilihan, maka akan tertunda juga sesuatu yang besar dalam kehidupan kita di episode selanjutnya.

Beranilah mengambil keputusan! Yah, berani mengambil keputusan adalah rumusan sukses pengusaha batu akik asal lampung yang sekarang jadi orang besar di Cibadak.

Putuskanlah untuk memilih, niatkan, yakini itu adalah pilihan yang terbaik, hadapi setiap kemungkinan dan resiko yang bakal terjadi. Jadilah pemenang! Atau kita juga berhak memilih, memilih untuk tidak memilih apapun, memilih untuk tetap takut pada pilihan dan memilih bahwa hari esok kita harus menjadi seorang pencundang.

Mau jadi pengusaha atau pekerja? Tentukan sekarang!
Mau sekolah negeri atau pesantren? Tentukan sekarang!
Mau jadi konsultan atau desainer? Tentukan sekarang!

Saat kita menentukan pilihan sekarang, maka tujuan kita akan jelas. Kita ga bakal bingung apalagi galau-galau ga jelas. Meskipun gue masih kerja di perusahaan orang tapi gue putusin jadi pengusaha, so langkah-langkah gue selanjutnya sangat mengarah pada wirausaha. Dan sedang menyusun rencana dan mentargetkan kapan harus berhenti dari perusahaan orang ini.

Memilih terkadang memang tidak mudah, tapi saat kita tegas dan berani mengambil keputusan maka sungguh itu perjalan terbaik yang kita tempuh dengan segala resiko yang ada.

Oya, memeluk hening bisa juga loh dijadikan arena merenung untuk menentukan pilihan. Hehe..
Udah dulu kali yah nulisnya. Hidup adalah pilihan sobat.

Jika bermanfaat, silahkan pilih di share atau hanya dimiliki sendiri saja. Hehe..
Bye,

Thnx.. :)

Senin, 11 Juli 2016

Pantang Menyerah

pantang menyerah never give up
Artikel sikap pantang menyerah dan ulet
Malam agan-agan semua..

Ada yang lagi nunggu memeluk hening kah? :D

Ini baru jam 9, tapi gue udah ngantuk nih gan, maklum malem kemaren gue begadang nonton bola. Hehe.

Akhirnya yang jadi juara Piala Eropa 2016 adalah timnas Portugal, menang 0-1 atas timnas Perancis lewat goal Eder di babak perpanjangan waktu.

Kita tau banyak pihak yang melihat Portugal dengan sebelah mata di audisi kali ini. Ronaldo yang sempat mandul, dan beberapa kali cuma menang tipis.

Di final-pun gue udah anggap Perancis yang bakal menang. Pertama, memang yang dari awal langkah mereka yang meyakinkan, plus faktor tuan rumah, apalagi Ronaldo cuma main 20 menit di babak pertama akibat cidera.

Tapi kita bisa belajar salah satu motivasi hidup sukses dari sikap pantang menyerah dari skuad Portugal, tidak menggantungkan nasib pada seorang pemain aja. Tanpa Ronaldo-pun mereka tetap bisa melanjutkan permainan dan mengakhirinya dengan kemenangan. Wah, keren. Selamat untuk Portugal.

Sikap pantang menyerah, berhubungan erat dengan prinsip “dimana ada niat disitu ada jalan”. Gue beranggapan, Allah selalu memberi jalan untuk orang-orang yang berusaha. Jadi, Jangan menyerah sobat. Hilangkanlah kata kata menyerah dalam hidupmu.

Ini terjadi di awal-awal gue kuliah di tahun 2015 kemarin. Jadi, ada kesan gue maksain banget buat masuk kuliah dan saat itu kondisi keuangan gue lagi bener-bener down.

Gue masih inget, saat itu hari Jum’at malam, dan Senin besoknya mau UAS. Tunggakan gue sampe 600rb ke kampus. Malemnya gue cerita sama pacar gue (saat itu gue punya pacar :D), “jujur bingung nyari duit dari mana sebesar itu, tapi ga tau kenapa yakin bisa dapet rejeki di menit-menit akhir”, itu yang gue bilang sama pacar gue dulu.

Sabtu pagi ada sms dari pak Romi (temen babeh) yang kerja di Dinas Perhutanan “Pi, besok kerja ga? anter bapak ke Lido (daerah Bogor) yah, nginep”, gue heran ga biasanya ngajak gue. Meskipun emang gue lumayan deket sama beliau. Gue cuma bales “iya insya Allah bisa, kerumah aja”.

dan bla bla bla....
....
....
Terlalu panjang sih kalo gue ceritain, tapi intinya ternyata gue ngojek. Nganter beliau beberapa urusan di sana, motornya katanya mogok. Dan pas pulangnya, gue kira beliau cuma beliin martabak buat nyokap. Tapi ternyata ngasih amplop juga, buat ganti bensin katanya (padahal beliau juga yang isiin bensin pulang perginya, aneh). Dan, biasalah moment kaya gitu gue jaim-jaim ga terima, meskipun akhirnya gue terima juga. Klasik banget.. :D

Gue buka amplopnya di rumah, tau berapa? 450ribu. Sujud syukur gue. Ga nyangka gue dikasih sebesar itu, padahal sepanjang perjalanan pulang atau berangkat, gue ga cerita sama sekali tentang kebutuhan gue. Alhamdulillaaaah. Kurangnya tinggal 150ribu, gue pinjem deh ke beberapa kawan, dan akhirnya gue bisa ikut UAS. Dan sekarang udah sampe ke titik semester 4.

Tadinya, lihat selembaran yang isinya tunggakan gue, gue mau nyerah. Tapi melihat ke-belakang, gue malah bangga atas perjuangan gue sampe bisa kuliah. Keyakinan tekad yang membawa gue berjalan sejauh ini. Gue malah malu belum apa-apa udah mau berteriak menyerah. Gue buletin lagi deh niat yang gue cita-cita in sejak dulu.

So' apa yang bisa kita ambil gan? tentunya "sikap pantang menyerah". Dan dengan bersikap seperti ini, kita bisa belajar apa arti kesabaran dan keyakinan yang kuat dalam diri kita, serta Allah itu maha adil, Ia tidak akan menukar usaha kita dengan hal yang sia sia, asalkan kita mau bersabar dan berdo'a.

"Yukk berjuang", separah apa kondisinya, hingga kita memutuskan untuk menyerah? Yakinilah ada hadiah atas kesabaran, air mata, keringat dan waktu yang telah kita korbankan! Tuhan itu baik jika kita selalu ber-prasangka baik kepada-Nya.

Haha.. udah jam 10, nulis ginian doang makan waktu sejam. Harap maklum yah, gue kan penulis amatir. :D

Yukk yukk yukk memeluk hening. Jangan sampe enggaaa.
Good night guys.
Thnx. :)

Itulah artikel Sikap pantang menyerah oleh Adul.

Sabtu, 09 Juli 2016

Memeluk Hening

ucapan selamat malam, kata kata malam, kata selamat malam, lagu selamat malam, selamat malam cinta, selamat malam lirik, selamat malam romantis, selamat malam lucu, selamat tidur, gambar selamat malam

Selamat malam minggu para jomblowers.

Pada kemana nii? Gue sih di rumah aja gara-gara sendal kesayangan ilang.
Jangan pada pulang kemaleman yah, nanti mamah marah.  :D

Gue sering banget ngomong “memeluk hening” di artikel-artikel gue sebelumnya. Pasti pada nanya maksud memeluk hening itu sendiri apa.

Jadi, dalam sehari itu gue lewatin 4 waktu. Pagi, siang, sore, sama malam.

Pagi, bagi gue adalah waktunya untuk berjuang. Mengejar impian dari apa yang kita mimpikan semalam. Bukan malah tidur lagi melanjutkan mimpi semalam. Enggak banget deeeh... Jangan kebanyakan mimpi sob, mimpi mah cukup sekali, actionya yang berkali-kali.

Sedangkan siang, bagi gue berarti waktunya istirahat sejenak. Mengusap keringat atas perjuangan-perjuangan gue di pagi hari. Ibaratnya merefresh semangat dan tenaga baru karena perjuangan belum usai.

Naaahh untuk sore, sore adalah waktu yang paling gue cinta. Lebay memang, tapi itu benar. Waktu sore benar-benar gue nikmatin, sangat tenang meskipun gue cuma bisa liatin langit doang. Apalagi waktu menuju senja. Indaaaaaah.... Sayang banget kalo dilewatin gitu aja. Makanya kalo bisa sih sampe bisa jalan-jalan sore. Hehe..

Malam.
Ini waktu yang gue tunggu-tunggu disetiap harinya. Kenapa? Yaa itu tadi, gue bisa memeluk hening.

Sekitar jam 23 biasa gue lakuin ini. Saat kesendirian, saat semua keluarga gue udah tidur, saat lampu kamar udah gue matiin dan suasana benar-benar hening.

Apa tujuan memeluk hening bagi gue? Karena gue bisa mereview apa yang udah terjadi hari ini. Hal bermanfaat apa yang gue lakuin hari ini, hal ga baik apa yang gue lakuin hari ini, ilmu baru apa yang gue dapet hari ini, rencana apa untuk laluin hari esok, target apa yang udah digapai hari ini, mimpi apa yang belum juga terealisasi.

Apa gunanya? Bagi gue saat kita bisa lakuin hal-hal diatas yang gue rangkum dalam memeluk hening, itu seolah kita sedang mengasah diri kita. Pisau yang tumpul akan menghambat perjalanan kita, menghambat menggapai tujuan-tujuan kita. Kendalanya kita terkadang malas untuk mengasah pisau yang tumpul itu.

Khusus bagi ‘ilmu yang gue dapet hari ini”. Ini bagi gue hukumnya bisa dibilang  wajib buat dapet ilmu baru. Why? Saat pengetahuan atau wawasan kita ga bertambah sedikitpun dalam sehari itu, maka kita akan semakin tertinggal dari orang lain.

Tanpa sadar, ternyata gue jadi bisa nikmatin waktu yang gue punya saat gue laluinnya dengan cara-cara seperti itu.

Cara-cara sederhana untuk meningkatkan kualitas diri.

Udah mau jam 23 ni gan, tau kan sebentar lagi gue mau ngapain? Hehe..

Udah dulu yah.
Thnx.. :)
Semoga bermanfaat.

Bersyukur Terbaik Adalah Bekerja Keras

Rahasia bersyukur kata kata bersyukur bersyukur kepada allah lagu bersyukur cara bersyukur selalu gambar dp bersyukur ayat lirik lagu doa bersyukur

Pagi gan.
Gimana mimpinya semalam?
Yukkk kejar impiannya pagi ini. :)

Semalem gue nulis tentang bersyukur, gue khawatir ada yang salah kaprah tentang bersyukur itu sendiri. Makanya gue bergegas nulis lagi tentang bersyukur buat nambahin yang semalem.

Konsep bersyukur memang berarti tentang penerimaan yang telah Tuhan kasih. Tapi bersyukur itu bukan juga  berarti “terlalu” menerima apa adanya.  Kalo bersyukur berarti terlalu  menerima apa adanya, dengan kata lain islam melarang orang-orang untuk berfikir maju, mengejar impian, memaksa berteman dalam kemiskinan dan hidup lebih baik dari sekarang.

Judul dari artikel pagi ini gue ambil dari kata-kata pak "Dahlan Iskan" “Bersyukur terbaik adalah bekerja keras” Begitu katanya.

Iya, ini sangat sejalan dengan yang gue pikir selama ini. Jadi gue berangkat kuliah itu selalu malem sekitar ba’da magrib, karena gue ngambil kelas karyawan. Jarak rumah gue ke kampus itu sekitar  15km, jarak yang cukup jauh. Sepanjang jalan banyak sekali garment-garment. Dan setiap gue berangkat pas kebetulan jam pulang mereka yang kerja di garment. Di sisi lain gue sangat salut sama mereka, ada yang bagian ngejait. Ada juga yang bagian nyetrika. Gila, 8 jam mereka hampir ga berenti buat lakuin tugas bagian mereka. Bahkan di garment-garment beberapa kali kalo waktunya ekspor kerja SS (sampai selesai) itu bisa dari pagi sampe pagi. Bagi gue ini bener-bener gila.

Tapi setelah pulang, banyak dari mereka yang masih bisa becanda, senyum disaat gue bisa rasain kelelahan mereka.  Ini yang gue salut.

Gue pernah 3 hari kerja jadi admin produksi di garment. Gue bisa lihat langsung kerjaan mereka, banyak di antara mereka yang ngeluh, tapi yang bikin gue miris banyak pula diantara mereka yang  terlalu bersyukur “gue segini juga udah alhamdulillah’’.

Apa ini tujuan akhir kita? Gue rasa bukan. Makanya gue berhenti dari garment. Fine, gue terima berbagai alasan mereka. Bukan betah tapi butuh, Sulit nyari kerjaan lain, Mentok di umur. Gue saranin buat kuliah, memang ga baik kuliah Cuma buat ngejar ijazah apalagi Cuma buat dapet kerjaan yang lebih dari yang sekarang. Tapi itu lebih baik jika kondisinya separah ini. Kuliah memang ga menjajikan dapet kerjaan yang lebih baik. Tapi seenggaknya pola pikir yang berkembang, relasi yang banyak, itu bisa membantu kita di kemudian hari.
Untuk yang merasa ga mau kuliah, atau mentok di umur, yukk buka usaha. “ahh usaha  kan butuh modal”. Betul, tapi banyak pula yang tanpa modal di jaman sekarang ini, atau dengan modal minim. Gue juga usaha tanpa modal sepeserpun qo. Tergantung sejauh mana kita kreatifnya saja.

Maaf sebelumnya, sangat tidak ada maksud untuk under estimate atas mereka. Cuma gue miris lihat kondisi perbudakan di indonesia seperti ini. Gue bicara kaya gini karena banyak diantara mereka  yang sebetulnya ingin maju. Tapi ga berani bergerak, Cuma sampe dikata "kepingin" aja.

Maaf sebelumnya, sangat-sangat minta maaf jika tulisan ini menyakiti perasaan seseorang.
Terima kasih. :)

Jumat, 08 Juli 2016

Sudahkah Anda Bersyukur Hari Ini?

Rahasia bersyukur kata kata bersyukur kepada allah lagu bersyukur cara bersyukur selalu gambar bersyukur dp bersyukur ayat lirik lagu doa

Malam agan-agan semua...

Baru pulang kerja, rasanya lelah banget. Lelaaaaaah. :(

Tapi jadi inget kata-kata mas Danang yang bawain acara The Comment yang ditayangin di salah satu TV Swasta di Indonesia.

Katanya “lebih baik cape kerja dari pada cape nyari kerja”

Jleeeeb banget pas denger itu, serasa bener-bener jadi orang yang ga bersyukur dan gatau malu.

Malah teman gue Deiyan, biasa dipanggil Iyenk dia anti banget buat bilang “lelah”, lebih baik bilang “butuh istirahat” katanya, ketimbang  harus ngeluh bilang “lelah”.

Ya memang, kita kadang ngebuat Tuhan geram. Minta hujan, di kasih, masih ngeluh jemuran ga kering, dagangan sepi, jalan becek de el el. Minta panas, di kasih, masih ngeluh gerah. -_- Yaahh begitulah kalo kita kurang pandai bersyukur, bawaannya ngeluuhh mulu, ga bakal bahagia deh kalo gitu terus... Tapi agan tau ga? Sebenarnya ada cara paling ampuh lho untuk kita agar selalu bahagia.

Mau tau rahasia untuk bahagia?

Yaah, betul. "Bersyukurlah". "Syukuri apapun yang kita miliki sekarang"

Saat kita memiliki harta melimpah-pun kita tidak akan pernah bahagia, karena kita selalu merasa kekurangan. Yang ada, saat kondisinya seperti itu, kita akan selalu mengeluh, resah dan gelisah.

Kita juga sebagai manusia yang jauh dari kata baik sering kali iri atas apa yag orang punya. Melihat ke atas itu ga bakal ada ujungnya gan.

Jadi, diri kita itu ga bakal pernah di atas tapi ga bakal pernah ada di bawah juga.

Kita itu akan selalu ada di tengah-tengah. Ilustrasinya gini,  gue si Adul. Saat gue inginkan jadi si Roy yang kehidupannya kita lihat jauh lebih baik, tanpa kita sadar ada si Kevin yang berkata “kapan yah gue kaya si Adul”

Kita bener-bener ga sadar atas apa yang kita punya. Coba deh renungkan ketika kita berfikir tentang tujuh keajaiban dunia itu Candi Borobudur, Menara Eifel, Taj Mahal, Piramida, Ka’bah, Menara Pissa, dan tembok China. Kita masih lupa tentang keajaiban-keajaiban lainnya yang ada dalam diri kita, yaitu kita dapat melakukan hal-hal yang belum tentu dimiliki oleh makhluk-makhluk lainnya di bumi ini. Seperti:

  • Bisa bernafas
  • Bisa berbicara
  • Bisa mendengar
  • Bisa melihat
  • Bisa mencium
  • Bisa makan
  • Bisa berjalan
  • Bisa menyayangi
  • Bisa berfikir
  • Bisa mencintai
  • Bisa dicintai
  • Bisa senang
  • Bisa merasakan terharu
  • Bisa tidur dengan nyenyak
  • Bisa bercanda
  • Bisa tertawa
  • Bisa beribadah
  • Bisa berdo'a
  • Punya akal
  • Punya rasa malu
  • Punya keluarga
  • Punya rasa
  • Punya cinta
  • Dsb....

Sebenernya masih banyak keajaiban-keajaiban lainnya, karena terlalu banyaknya kita jadi lupa apa aja yang udah Tuhan kasih buat kita.

Siapa sih yang ga kenal maestro sepak bola, Zinadine Zidane? Dia pernah berkata “saya pernah menangis karena tidak punya sepatu untuk bermain sepak bola, suatu hari saya melihat orang yang tidak punya kaki, saya baru menyadari betapa kayanya saya”.

Saya dan kamu itu kaya, kita hanya miskin bersyukur.

Nikmatnya sehat itu akan terasa setelah kita sakit.

Hidup ini indah gan, jangan pernah mengeluh. Kita dilahirkan bukan untuk mengeluh dan berputus asa. Syukuri apa yang telah Tuhan kasih. Jika hari ini terlalu pahit, yakini selalu ada pelangi setelah hujan. Ingat kembali apa yang kita miliki yang sudah lupa kita syukuri, dan berterimakasih lah kepada Allah. Jadi terharu gini gue gan :') Menyadari betapa banyaknya yang kita miliki yang belum pernah kita syukuri selama ini.

Okedeh udah malem gan. Waktunya gue memeluk hening.

Selamat istirahat agan-agan semua.
Jangan lupa bersyukur. :)
Thnx..

Kamis, 07 Juli 2016

Yukk Mondok

ponpes pondok pesantren modern gontor
Pagi...
Masih suasana lebaran nii di rumah gue, masih ada beberapa tetangga yang dateng buat halal bi halal ke rumah.

Masih inget cerita akhir gue semalem di artikel selamat hari raya idul fitri 1347H? Yang gue disuruh bawa ponakan-ponakan gue buat jajan biar ga rese dan ga gangguin kaka ipar, teteh gue yang lagi ngobrol sama bokap.

Alhamdulillah, gue dapet kabar baik. Ternyata yang lagi diobrolin sama mereka itu tentang ponakan gue Siti Samratu Ramdhiani anak pertama dari teh (teh=teteh) iceu (kaka gue yang pertama, kami 7 bersaudara) katanya pengen mondok, pengen ngikutin jejak adenya yang lebih dulu mondok di salah-satu pondok pesantren yang ada di Jonggol, Bogor “Ar-Rissalah”.

Apalagi dia cewe kan, kekhawatiran gue plus-plus kayanya buat dia. Babeh rekomendasiin pondok pesantren As-Salam. Pondok pesantren modern yang ada di sukabumi.

Malem tadi gue banyak ngobrol sama si Aziz, kita sharing banyak tentang pesantren. Dan sistemnya beberapa hal sama kaya pesantren gue dulu. Kaya mesti bangun jam setengah 4, sholat tahajjud yang udah jadi kewajiban.

Entahlah, gue bener-bener seneng denger kabar ini. Apalagi katanya kemauan sendiri. Kita taulah gimana ngerinya pergaulan jaman sekarang, yang bisa dibilang Indonesia ini lagi krisis moral. Free seks, narkoba, tawuran.

Ya, menurut gue penting banget sih anak-anak sekarang digembleng di pesantren. Memang seorang muslim ga harus jadi ulama. Tapi belajar ilmu agama itu hukumnya wajib. Gagap teknologi memang sangat memalukan. Tapi percayalah, gagap ilmu agama sungguh sangat menghinakan di akhirat. Dan bagi gue pondok pesantren jadi tempat yang paling tepat belajar ilmu agama.

Pesantren jadi media untuk pembangunan karakter. Si aziz dulu bisa dibilang bandel banget, tapi tolong yah jangan artiin bandel di sini terlalu negatif. Bandelnya dia cuma resenya yang luar biasanya dan jailnya yang ga ketulungan. Tapi alhamdulillah dia baru mondok setahun, hasilnya mulai keliatan. Mulai kalem, ibadah yang wajib udah sangat terjaga, kata emaknya sering juga sholat sunnah, bahasa dan etika ke temen apalagi ke orang tua makin baik.

Gue juga dapet banyak hal selama di pondok, belajar tentang kedisiplinan. Emang bangun jam setengah 4 mudah? Engga gan. Gue butuh beberapa bulan buat adaptasi dengan sistem itu. Apa yang harus gue lakuin? Yap, betul. Managemen waktu. Gue harus udah tidur maksimal jam 10.

Gue juga belajar tentang kemandirian. Nyuci baju sendiri, nyetrika sendiri. dan dalam hal ini kemandirian sama kedisiplinan langsung gue lakuin barengan. Kalo siangnya kamar mandi penuh berarti gue harus nyetrika. Pokonya apapun kegiatan gue, pondok gamau tau waktunya sholat jama’ah mesti ke mesjid. Waktunya ngaji harus ngaji. Jadi gue harus bener-bener atur itu.

Gue juga dapet ilmu tentang kebersamaan dan solidaritas. Kadang kita patungan buat beli makan dan dimakan bareng-bareng. Yang ga ikut patungan gara-gara lagi bokek-pun tetep nimbrung buat makan.
Kalo ilmu agama insya Allah gue dapet juga. Meskipun ga banyak. Soalnya gue mondok ga lama cuma setaun.

Jujur yah kalo ada lagi kesempetan buat mondok, gue pengen deh mondok lagi. Selain rindu dengan semua aktifitas di pondok. Gue juga ngerasa masih belum paham betul tentang agama. Masih banyak hal yang harus gue pelajari.

Gue sama si Aziz sama, ga langsung betah pertama jalani kehidupan di pondok. Apalagi si Aziz, dia bukan keinginan sendiri buat mondok tapi keinginan orang tuanya. si Aziz awalnya malah sering nangis apalagi kalo udah dijenguk sama emak sama babehnya. Pengen pulang terus bawaannya. Jangankan ketemu orang tua, liat jalan aja pengen pulang katanya. Gue ketawa denger ini. :D

Tapi segala sesuatu juga ternyata butuh proses. Termasuk hidup di lingkungan pondok. Tapi sekarang si Aziz-pun betah dan setelah lulus akan rasain hal yang sama kaya gue, pondok jadi sesuatu yang amat dirindukan deh pokonya.

Udah mulai siang ni gan. Gue masih harus ngedesain buat projekan taun depan. Bagi-bagi waktu. Managemen waktu.

Yukk mondok.

Gue sangat berharap, kita, adik-adik kita, keluarga kita, keturunan kita bisa rasain suasana pondok. Insya Allah banyak manfaatnya.

Okelah, gue sampai disini kayanya.
Oke. Bye.

Thnx.. :)

Rabu, 06 Juli 2016

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1347H

Ucapan selamat hari raya idul fitri 2016

Pasti kebanyakan dari kita masih asyik bercengkrama bareng keluarga yah. Keluarga yang jauh mendekat dan yang dekat merapat. Mungkin itu istilah yang tepat. :D

Dan alhamdulillah lebaran kali ini sesuatu buat gue. Soalnya keluarga gue bisa kumpul semua. Termasuk si teteh (istilah untuk panggilan kakak perempuan dalam bahasa sunda) yang tinggal di Bekasi. Emang beberapa hal yang ngebuat keluarga gue ga memungkinkan buat kumpul semua meskipun itu Cuma setahun sekali. Tapi intinya lebaran kali ini alhamdulillah bisa kumpul semua. Hehe.

Ya kita patut bersyukur atas datangnya hari raya idul fitri ini yang  bisa dijadikan momen untuk berkumpul. Tapi sesuai yang kita pahami bahwa idul fitri itu hari kemenangan. Ya kemenangan bagi orang-orang yang mampu menahan hawa nafsunya dan mampu mengoptimalkan ritual ibadahnya selama sebulan penuh.

Pernah ga sih kita bertanya-tanya “apa ibadah kita diterima?” atau jangan-jangan ibadah kita itu cuma nerima lapar dan haus doang selama puasa? Allahu a’lam “hanya Allah yang tau” Kita jangan pernah kepedean kalo ibadah kita itu bakal diterima, karena ini bukan tentang harus berfikir positif. Justru kita harus khawatir kalo ibadah kita itu “takut” ga diterima. Rasa khawatir ini insya Allah akan menambah rasa untuk meningkatan kita dalam beribadah. Dan jangan lupa untuk selalu berdo'a supaya Allah menerima amal ibadah kita.

Alhamdulillahnya gue tadi pagi sedikit nyimak isi khutbah setelah sholat sunnah idul fitri dan gue dapet pointnya. Para ulama berpendapat bahwa indikasi dari seseorang kalo ibadah puasanya itu diterima yaitu, salah satunya saat tingkat kualitas kesholihan seorang individu itu bertambah. Dan berefek pada jiwa sosialnya yang bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

So tinggal lihat diri kita (jangan dulu orang lain yah), kualitas kita bertambah ga setelah ramadhan usai? Atau masih gitu-gitu aja? Masih sama seperti sebelum ramadhan dateng. Atau malah tambah berkurang.

Oya, idul fitri juga sering diidentikan dengan sesuatu yang baru. Tapi bakal pusing sendiri kalo diartikannya itu baju baru, celana baru, sandal baru. Pusing nyari duit kemana buat beli itu semua. Kemewahan seperti itu akan menyulitkan dan mengurangi esensi dan nilai-nilai dari idul fitri itu sendiri.

Gue sih ga fanatik dengan bilang jangan kaya gitu, tapi kalo ada duit silahkan. Kalo ga ada duit jangan maksain. Kesederhanaan gue rasa nilainya lebih baik.

Duuuuhh... teteh gue manggil-manggil gue mulu dari tadi buat ngajak jajan ponakan-ponakan gue. Biasalah lagi pada rese. Dan "jajan" jadi alternatif buat nenangin mereka. Kayanya kaka ipar gue, teteh lagi pada gamau diganggu yang lagi pada ngobrol serius sama bokap.

Yoweslah, gue udahan dulu.

Terakhir. Gue sebagai admin dan crew di blog ocehan adul ini mengucapkan minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari raya idul fitri 1437H.

Yuk, jadiin momen lebaran ini buat tingkatin diri ke arah lebih baik. Pilihan ada ditangan kita. Mau jadi ulat terus atau mau berubah jadi kupu-kupu.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Sugesti Part II

contoh sugesti, imitasi

Selamat pagi...

Gue sempetin nulis ba’da shubuh gini sebelum mandi pagi..

Soalnya belakang gue lagi so’ sibuk sampe lupa dari kemaren gue ga publish apa-apa di blog gue. :D

Jadi, mumpung sekarang sempet, gue baru sadar setelah gue baca ulang tentang bahasan sugesti kemaren, gue terlalu banyak menitik beratkan ke sugesti yang buruk, tanpa contoh-contoh dari sugesti yang baik itu seperti gimana.

Oke, jadi sekarang kita fokus bahas sugesti yang baik aja kali yaah.

Ada yang pernah baca kisah ini??
Jadi suatu ketika seorang mahasiswa telat datang ke kelas mata kuliah matematika, tapi dia kekeh buat masuk kelas walau terlambat. Ga kaya kita kayanya yah, yang telat itu selalu dijadiin alesan bahkan kesempatan buat ga ikut kelas.

Pas dia sampe kelas, semua orang udah ga ada termasuk dosennya. Di papan tulis cuma tertulis rumus matematika yang dia pikir itu pasti tugas yang dikasih dosen buat dikerjakan di rumah.

Setelah sampe di rumah, dia sempetin buat ngerjain tugas matematikanya itu. Dia rasa tumben banget tugasnya kali ini amat sangat susah. Walaupun begitu, dia tetep berusaha mengerjakannya dan akhirnya kelar juga.

Keesokan harinya dia mendatangi kantor dosennya tersebut buat ngumpulin tugasnya. Karena sang dosen sibuk jadi ga terlalu memperhatikan kedatangan mahasiswanya, hanya menyuruh untuk menyimpan di atas meja kerjanya yang cukup berantakan banyak sekali berkas-berkas.

Beberapa hari berlalu, sang dosen terengah-engah datang ke rumah mahasiswanya yang kemarin mengumpulkan tugas matematika itu. Si mahasiswa heran kenapa sang dosen seolah ada sesuatu yang terjadi dan mungkin ada sangkut pautnya dengan dirinya.

Setelah dipersilahkan masuk, sang dosen akhirnya bercerita dengan raut wajah yang gembira, bahwa rumus yang ditulisnya tempo hari bukan tugas yang diberikan untuk mahasiswa yang mengikuti jamnya, melainkan materi saat itu sedang membahas rumus yang tidak terpecahkan selama 10 tahun. Dan mahasiswanya ini telah berhasil mengerjakan dan menemukan jawabannya. :)

The end.

Bisa ngambil kesimpulan?

Gue rasa kalo si mahasiswa ga telat dateng dan tau kalo yang ditulis di papan tulis kelasnya itu bukan tugas, melainkan rumus yang tak terpecahkan selama 10 tahun, gue yakin dia ga bakal bisa, bahkan menganggap memang mustahil untuk dikerjakan.

Tapi berhubung dia tidak tau apa-apa tentang rumus itu, pikiran mahasiswa itu belum terkontaminasi dengan sugesti-sugesti yang buruk. Dia hanya berfikir dia harus bisa mengerjakannya dan akhirnya bisa juga.

Contoh sederhananya banyak di kehidupan sehari-hari. Misal, lo baru pulang perjalanan jauh dan tugas yang lain udah menanti buat dikerjakan. Intinya lo cape dan sibuk. Lalu lo berfikir, kayanya gue bakal sakit. Insya Allah bakal sakit. Tapi coba lu ngesugesti diri lo “Insya Allah gue bakal baik-baik aja, ga bakal kenapa-napa”. Insya Allah lo bakal tetep sehat meskipun pada dasarnya badan lo memang ga fit.

Apa yang lu anggap sulit, gue jamin itu bakal sulit. Apa yang lo anggap mudah meskipun itu sulit, Tuhan bakal mempermudah lo.

Apa yang lo anggap ga mungkin? Lulus kuliah 3,5 tahun? Punya rumah? Kuliah di luar negeri? Sukses? Insya Allah ga mungkin.

Tapi kalo semua yang memang keliatannya ga mungkin itu masih bisa dikejar. Kemungkinannya ada 2. Pertama, mimpi lo tercapai. Kedua, Tuhan kasih yang lebih baik dari yang kita impikan. Insya Allah.

Udah setengah 6 guys, gue mau mandi dulu.

Biasalah gue masih kerja di perusahaan orang. wkwkwk

Oke, lanjut nanti yaaaah.
Thnx.. :)

Jumat, 01 Juli 2016

Hati-hati dengan Sugesti

contoh pengertian sugesti adalah


Malem guys…

Masih bareng admin tamvan dari pinggiran cibadak.. :D

Kesempatan kali ini ga bisa banyak karna gue nulis di tempat kerja…

Masih gregetan sebenernya masih banyak materi berfikir positif yang ada di kepala gue. Tapi udahlah  kali ini gue bahas yang ga jauh-jauh dari itu. Ini tentang sugesti. Kalian tau pengertian sugesti? Seperti orang kehipnotis itu mereka menggunakan sugesti lho hehe Eit, tapi kali ini gue gak bakal ngebahas soal hipnotis atau arti hipnotis, atau imitasi segala macam, dan dsb yah ;)

Sekarang kita fokus ke pembahasan "Sugesti" saja yaa. Naah ini kendala bagi kebanyakan orang, termasuk gue. Gue  pribadi juga masih sering kesugesti buruk tentang suatu hal. Padahal kita tau sugesti yang buruk terhadap diri sendiri yang ngebuat gagal.

Imam Munadi pernah nulis di salah satu bukunya yang berjudul “Super Muslim” tentang sugesti. Beliau mencontohkan 3 orang yang terkena sakit yang sama. Misalkan saja si A, B dan C sakit kepala. Si A dikasih obat sakit kepala dan dikasih tau kalo itu memang obat sakit kepala. Si B dikasih obat sakit kepala tapi dikasih  taunya kalo itu obat sakit gigi dan si C dikasih obat sakit gigi tapi dikasih taunya kalo itu obat sakit kepala. Menurut kalian siapa yang bakal sembuh??

Yap, betul.. si A dan si C yang bakal sembuh. Si A udah jelas bakal sembuh, soalnya  memang yang dikasih itu obat sakit kepala. si B dia lebih dulu tersugesti, bahkan menganggap si pemberi obat itu orang gila, masa sakit kepala dikasih obat sakit gigi. Begitupun si C dia juga tersugesti dengan obat yang bukan peruntukannya. Tapi karena dikasih taunya kalo itu obat sakit kepala, dia akan sembuh dengan sugestinya.

Dan parahnya lagi orang Indonesia itu masih percaya hal-hal semacam mitos. Mitos yang berkembang di masyakarat macem-macem dari jangan minum abis keluar kamar mandi yang katanya takut mati dimana-mana. Jangan duduk di atas meja nanti banyak utang, jangan makan nasi bareng lauk yang terbuat dari singkong nanti tuanya belangsak, sampe jangan diem di lubang pintu, nanti sulit jodoh.

Gue jadi curiga, jangan-jangan orang miskin di masa tuanya dari seluruh dunia akibat makan nasi bareng lauk dari singkong… haha… apa sekejam itu gusti Allah guys??

Kita pasti tau Ibnu Sina, salah satu tokoh dalam islam. Bahkan disebut bapa dalam dunia kedoteran. Beliau menjadi dokter karena banyaknya mitos yang berkembang di masyarakat. Menurutnya mitos  itu hal yang ga bisa dibuktikan dengan sains. Dan jauh dari logika.

Ada yang tau sangkut pautnya minum abis dari kamar mandi dan mati dimana-mana?? Menurut gue enggak. Jujur, gue bisa dibilang kecewa ke orang tua jaman dulu yang nerapin sugesti-sugesti buruk ke anak-anaknya cuma supaya nurut aja sama yang mereka bilang. Dan anak-anaknya itu jadi orang tua kita dan masih diterapin ke kita. Bahkan yang gue takut, saat orang tua kita meyakini dan mengucapkan si mitos tadi ke kita “jangan anu nanti anu”, malah bisa jadi itu malah jadi do’a buat kita.

Jangan diem di lubang pintu itu dengan ditakutin nanti susah jodoh, supaya kita ga diem disitu dan  ga ngehalangin orang yang lewat aja. Jangan duduk di atas meja, nanti banyak hutang. itu sungguh ga ada sangkut pautnya. Yang ada itu hanya sikap kurang baik dan ga bijak soalnya duduk bukan di tempatnya, yaitu mestinya duduk di kursi.

Alhamdulillah yang gue syukuri paling besar selama ini adalah nikmat iman dan islam. Karena jujur gue meyakini kebenaran islam karena hal-hal yang masuk logika dan sains. Insya Allah kapan-kapan cerita tentang ini yah guys.. hehe…

Yukk… berfikir positif, tanamin sugesti yang baik. Buang jauh-jauh hal-hal yang bisa ngesugesti kita ke hal yang buruk.

Saat kita berfikir positif, hasilnya positif. Gue jamin. Kalo hasilnya ga poistif  iris kuping lo. Eiiits.. yaaahh kuping lo. Jangan kuping gue. Haha..

Dari tadi gue nulis sambil liatin pintu. Ngeri atasan gue dateng.. haha.. bisa-bisa gue kena omel. Ini bukan mitos guys, tapi fakta dan masuk logika. :D

Wokeeee…

Udah dulu kali yaah…

Thnx.. :)

Kamis, 30 Juni 2016

Pentingnya Positive Thinking

cara positive thinking
Selamat siang…

Tumben banget gue bisa nulis di siang bolong gini, sambil nunggu kerja yang kebetulan hari ini jadwalnya shift 2. :D

Di 2 artikel sebelumnya “Memulai” dan “Berani Bermipi” masih sangat berantakan dari segi penulisan dan tata bahasa. Karena yaa begini gue masih sangat pemula untuk jadi seorang penulis. :D

Tapi yaaa gue selalu punya prinsip selalu ada jalan untuk orang-orang yang berusaha (tentang ini nanti gue bahas secara khusus kapan-kapan. :D) dan alhamdulilllah-nya gue selalu berfikir positif memandang sesuatu. Jadi gue yakin gue bisa jadi penulis yang baik.

Jadi inget omongan abah Endin, beliau salah seorang guru yang ada di pesantren dulu. Beliau pernah bilang “Allah itu sesuai yang kita pikirkan, kalo menurut kita Allah itu baik, pasti baik”

Ya sejak saat itu gue bener-bener memandang hidup dengan positif, karena jujur berfikir positif sangat memudahkan hidup.  Saat kita berfikir positif insya Allah alam juga akan positif terhadap kita.

Mungkin berfikir positif inilah yang ngebuat gue selalu memasang tinggi sebuah impian padahal kondisi hidup serba pas-pasan.

Pernah kejadian beberapa bulan kebelakang, pas banget satu hari sebelumnya  gue baca buku Zig Ziglar, pengusaha asal Amerika yang judulnya “Prestasi Puncak”. Dia bilang kurang lebih gini “Berfikir positiflah saat orang-orang yang selalu berfikir positif-pun sulit melakukannya”.  Besoknya kejadian, bisa dibilang musibah kali yah. Jadi gue punya projekan yang dibangun dari 2015 kemarin, rencana 2017 itu gue mu bikin brand sendiri baju distro bareng Kiki. Dan nama buat brand-nya itu sendiri udah ada yang masih dirahasiain ke publik soalnya takut dicontek. Nge-konsep setaun, desain udah banyak banget yang gue bikin bareng kiki hamper tiap hari. Dan di suatu malam gue maenin instagram. Nyari-nyari ide sambil nunggu waktu gue buat memeluk hening, gue cari di pencarian iseng-iseng nama brand gue itu. dan ternyataaaaa, ouhh brand itu udah ada dipake sama orang tanggerang.

Gila. Mungkin kalian ga bisa rasain perasaan gue malem itu. Tapi bener-bener campur aduk banget. Kecewa, sangat kecewa. Hal yang dicita-citakan dan udah sayang banget sama nama brand itu ternyata udah ada yang pake. Gue langsung cerita sama Kiki via BBM (Black Berry Messanger) tentang itu. Kiki ngasih emot ketawa. Gue yakin dia juga pasti kecewa.

Terus kita langsung ambil sikap, ganti nama secepatnya. Dan langsung gue inget kata-kata Zig Ziglar tadi, kita harus bisa berfikir positif saat orang yang berfikir positif-pun sulit berfikir positif.

Iya, hal ini bagi gue susah dilakuin buat orang-orang yang ga bisa berfikir positif (positive thinking). Malah mungkin kalo kondisinya kaya gini bisa jadi frustasi dan ninggalin cita-citanya itu. Tapi alhamdulillah sekarang udah punya nama brand baru dengan cita-cita yang dulu, tapi dengan harapan yang lebih besar.

Jadikanlah berfikir positif itu sebagai gaya hidup. Dalam hal apapun. Yakini sesuatu itu baik apapun yang terjadi. Yaa kita balik lagi ke cerita gagalnya ngambil beasiswa ke Kairo, gue tetep meyakini ko meskipun gue gagal tetep ada rencana Allah yang lebih baik dari itu. Hal yang terjadi atas diri kita itu aturan dari Tuhan. Saat kita berontak atas aturan Tuhan, berarti kita hamba yang gamau diatur.

Malah sebetulnya akhir 2014 itu gue gagal kuliah juga, karena bisnis gue saat itu gagal total. Yang tadinya modal yang dipake bisnis itu hasilnya buat biaya masuk daftar kuliah, malah abis sama sekali. Tapi Alhamdulillah tetap memandang positif, itu pasti ketentuan terbaik. Dan ternyata benar. Masuk 2015 keuangan malah semakin kritis. Dan dari situ bersyukur, coba kalo jadi kuliah pasti malah tambah keteter, buat bayar kuliah dari mana, apalagi udah terlanjur masuk kuliah kaya gitu.

Hal apapun positifilah,. Gagal nikah, putus sama pacar, di-PHK, belum dapet kerja, ditipu, gagal masuk sekolah favorit. Banyaklaah pokonya. Ada hal yang lebih baik dari itu semua saat semuanya di luar harapan kita.

Dan biasanya hal yang masih susah juga bagi kita itu memandang positif terhadap orang lain, biasanya kita mudah mengambil kesimpulan negatif. Apalagi terhadap orang-orang yang ga kita suka. Misalkan ke atasan yang datang terlambat, pasti kita langsung berfikir “kerja nyantei doang, gajih gede, rumah deket masih aja telat” kita terkadang sulit untuk berfikir buat menerka-nerka hal yang baiknya dulu. “mungkin ada urusan ngedadak” atau mungkin-mungkin lainya yang bersifat positif. Dan biasanya untuk orang-orang yang terlanjur kita ga suka itu, kebaikan  apapun akan tetap dipandang buruk. Apalagi kalo didasari dari sifat iri dan dengki. Rekan kerja yang kerjanya baik akan dianggap cari muka, tetangga yang beli mobil baru dianggap hasil korupsi.

Naah kalo dilihat lebih jauh, berfikir positif itu masih ada sangkut pautnya sama sugesti. Tapi berhubung udah jam 1 siang lebih dan bentar lagi masuk kerja. Mungkin artikel selanjutnya gue bahas tentang sugesti.

Yoweees.. pesan terakhirnya “YUK BERFIKIR POSITIF”. Biar alam juga ikut positif sama kita.

Thnx yaaahh udah mampiiiir…

Selasa, 28 Juni 2016

Berani Bermimpi

BERANI BERMIMPI

Malam guys…
Balik lagi sama gue Shofi di artikel ke-2 gue..
Masih inget kan kalo gue itu cowo tulen dan sampe sekarang Alhamdulillah masih demen sama yang namanya cewe.. :D

Tema kali ini masih ada sangkut pautnya sama artikel gue yang pertama. Kemaren gue bahas tentang hidup itu memulai bukan menunggu. Kalo lo jeli bacanya, pasti lo bisa  garis bawahin tentang gue ngumpulin duit 2000 sehari buat kuliah.  sama tentang gue punya cita-cita ngambil beasiswa kuliah di Al-Azhar Kairo Mesir. Dari 2 hal  itu, lo bisa simpulin kalo gue ternyata orang kere tapi gue itu pemimpi kelas kakap. Meskipun akhirnya gue tetep gagal ikut beasiswa karena gue ga bisa siapin duit 10 juta buat ngurusin keberangkatan gue kesana. Tapi pada intinya gue berani bermimpi.

Mungkin disini ada yang nganggap gue ga tau diri punya mimpi sebesar itu, tapi yang gue pahami setiap orang berhak punya mimpi setinggi apapun. Selama dia itu pantas punya mimpi tersebut. Lo lo pada pasti pahamlah konotasi “pantas” disana itu arahnya kemana.

Bukan orang miskin ga pantes punya mimpi jadi presiden, bukan pula orang desa ga pantes kualiah di Amerika. Bukan itu, tapi “Pantas” disana lebih ke kualitas diri untuk mimpi tersebut.

Apa pantas bermimpi jadi presiden tapi orang itu malas-malasan?
Apa pantas kuliah di luar negeri tapi sering bolos sekolah?
Apa pantas?

So’ siapapun berhak punya mimpi, selama dia pantas memilikinya.
Tuhan kita itu baik, bahkan kita yakin Dia maha kaya  dan maha pemberi. Lalu kenapa kita selalu berdoa yang tanggung-tanggung? Ga sekalian yang tinggi? Apa kita ga yakin ga bakal dikabulin? Kita memang selalu semiris ini.

Tapi kalo ngomongin tentang mimpi gue bakal ditegor sama mas Ippho Santosa, katanya yang harus kita punya itu impian bukan mimpi. Mimpi itu hadir saat kita tidak sadar tapi impian hadir saat kita sadar. Yap sadar penuh. Tidak ada kata terlambat. Seorang kakek tua rentapun masih berhak punya impian yang harus direalisasikan. Bangun mimpi setinggi-tingginya. Bertanggung jawablah atas impian-impian kita. Jangan gantungan harapan pada orang lain. Yang bisa menyelamatkan diri sendiri itu bukan orang lain tapi kita sendiri karena nasib itu mutlak tanggung jawab pribadi.

Jangan berfikir dulu kita bisa meraih mimpi itu atau tidak, jangan memikirkan hasil akhir akan bagaimana. Berfikir positiflah. Lakukan bagianmu dengan sebaik-baiknya, serahkan pada Tuhan bagianNya.

Tahu apa yang harus dilakukan sekarang?
Bermimpilah! bangunlah impian! Pantaskan diri!

Udah malem nii guys, waktunya  gue memeluk hening (nanti gue bahas secara khusus tentang memeluk hening)  :D

Yowes… ditinggal dulu yah… good night sang pemimpi… 

Thnx udah mampir ke blog gue.

“Sssssssstttt….. bermimpinya jangan kebanyakan, mimpi cukup sekali, actionnya yang harus berkali-kali” bisik mas Ippho ke telinga gue.

MEMULAI



Malam guys..
Selamat datang di blog Gue.

Berhubung ini arikel pertama gue, so’ baiknya kita kenalan dulu kali yah. Gue Abdullah Shofi, biasa dipanggil shofi. Tapi pliiis jangan bully nama gue yang kaya cewe.. itu tetep pemberian emak gue guys.. :D

Gue asal pinggiran cibadak yang kemungkinan besar lu ga tau dimana itu letaknya. Yang jelas itu masih bagian dari daerah kekuasaan pa jokowi.. :D :D

Yap, temanya pas banget “memulai”,
Ini kata yang spesial bagi gue, meskipun gue masih belum jadi apa-apa di usia yang hampir seperempat abad ini, tapi seenggaknya gue ga jalan di tempat. Memulai disini bukan cuma tentang satu hal aja yahh, tapi buat hal-hal lainnya yang ada dalam hidup kita sob. Termasuk memulai bisnis, memulai usaha, cara memulai bisnis online, dsb. Intinya memulai lah sob alias bergerak lakuin sesuatu yang positif tentunya, karena apapun yang akan kita kerjakan gak bakalan terjadi kalo cuma direncanakan aja, tanpa adanya take action.

Bermula sejak sekitar 2 tahun yang lalu, gue sama sohib gue, yang kita sebut saja Kiki. Seperti biasa berdialog malam hari. Ngobrol ngalor ngidul, yang akhirnya nemu klimaks dari obrolan malam itu, sekitar pukul 2 malam lebih.  pas gue bilang gue harus jadi orang sukses. Dan lu tau tanggepan kiki?? “gila lu ndoro, males-malesan gini pengen sukses”. Gue serasa ditampar sama sohib gue sendiri . Yaa harus  gue akui gue emang males sejak gue gagal ikut beasiswa kuliah di Al-Azhar Kairo Mesir yang di adain di pesantren gue. Down berat.  Dia pernah nyaranin gue buat  kuliah dan lupain mesir tapi ga pernah gue respon. Gue respond sih tapi selalu dijawab “entar”. Lalu dia bilang, “hidup itu memulai bukan menunggu”.  Jiiiiirr kena bangeet ke hati gue..

Sejak saat itu gue selalu memulai, ga pernah mengesokkan apa  yang harus gue kerjain hari ini. Gue memulai ngumpulin duit buat kuliah. 2000 sehari dan baru bisa daftar kuliah setahun kemudian di 2015 tahun kemaren. Pokonya “memulai jangan menunggu” gue pake disemua hal.  pernah kejadian lucu, tempat kerja gue ga jauh dari rumah. Menuju kesana harus lewat gang-gang yang ga bisa di bilang kecil tapi ga bisa juga dibilang besar. Setiap gue lewat, pasti ada kakek nenek yang lagi duduk di depan teras rumahnya. Terasnya deket banget kejalan yang gue lewatin. Dan otomatis kakek nenek itu ngeliat gue kalo lewat. Gue selalu bilang punteun (permisi dalam bahasa sunda). ga dijawab, yang ada malah mereka ngeluarin muka sinis ngeliat gue. Tapi berhubung gue sekarang udah punya prinsip memulai, perlakuan yang didapet seperti itupun gue tetep memulai. Setiap hari memulai buat nyapa mereka dengan hiasan senyum yang gue kasih buat mereka. Dan alhamdulillah belum ada hasil juga.

Gue ga nyerah, meskipun motifnya udah bukan buat naklukin kakek nenek itu lagi. Karena yang gue lakuin udah bener-bener ke esensi memulai itu sendiri. 10 bulan gue tetep lakuin itu yang akhirnya hari itu, sekitar 15 meter lagi gue lewat depan mereka, mereka udah liatin gue dari kejauhan. Seolah nunggu gue banget. sebelum gue kasih senyum kemereka dan bilang punteun, mereka yang ngasih senyum ke gue duluan. Sontak hati gue bersorak saat itu. Sekarang setiap gue lewat pasti mereka ngasih senyum duluan ke gue. Ternyata feed back dari kebaikan itu selalu ada meskipun ga cepet.

Ya dengan kejadian itu gue semakin mantep buat selalu memulai. Memulai memberi pengertian ke rekan kerja dan alhamdulillah mereka juga jadi ngerti ke gue. Memulai untuk menyapa, memulai suka membaca, memulai untuk meminta maaf meskipun terkadang bukan gue yang salah.

Memulai membuka usaha kecil-kecilan. Banyak hal yang bisa kita mulai. Contoh kecilnya “ini terakhir gue bolong sholat ,mulai besok gue ga bakal ninggalin lagi sholat” “Mulai besok mau rajin belajar” kenapa ga dimulai hari Ini bung??
Betul kata Mario Teguh “niat baik yang direncanakan hari esok itu bohong”

“HIDUP ITU MEMULAI BUKAN MENUNGGU” kalo ga hari ini lalu  kapan?? Besok?? “BOHONG”

Mungkin sekian dulu untuk artikel pertamanya. Thnx udah mampir. Salam sukses..